|
PARINAMA
Glosari Sanskerta
Nyoman S. Pendit
ABHAGNA(abagnya)
Tanpa hiburan
ABHIDHANA (abidana)
Leksikon, kamus, daftar istilah yang memuat arti kata,
etimologi bahasa Sansekerta disusun menurut abjad Dewanagari
Abhidhana merupakan perbendaharaan kata - kata khusus
bahasa - bahasa kelasik seperti Sansekerta, Latin, Yunani
dan Hebrew (Yahudi).
ABHAYAYA (abiaya)
Suasana hampir gelap tatkala matahari akan terbenam.
ADAYA (adaya)
Orang yang berwatak baik hati, kasihsayang terhadap
sesama, mensyukuri rahmat Hyang Widhi, lemah lembut,
mawas diri.
ADHARA (adara)
Lebih rendah, melorot, hina, busuk.
BAHAIRAVA (bairawa)
Dia yang dahsyat, ungkapan ini ditunjukkan kepada Batara
Siwa dan istrinya Bhairavi yang kesemuanya melukiskan
Siwa sebagai 'yang teramat hebat'. Dia dimanifestasikan
dalam 8 wujud: 1 Asitanya - yang berkaki dan bertangan
hitam; 2. Sanhara - peleburan; 3. Ruru - seekor anjing;
4. Kala - Si hitam; 5. Kroda - amarah; 6. Tamrachuda
- yang bersabit merah; 7. Chandra - chuda - yang memakai
bulan sabit, dan 8. Maha - yang paling teramat hebat.
BAHALADARSIN (baladarsin)
Dengan tanda titik merah didahi, itulah mereka yang
menyembah Siwa. Siwa sendiri mempunyai Bhalalocana atau
Bhalanayana, yaitu mata ketiga didahi.
BHALLAKA (balaka)
Jenis binatang, jenis beruang.
BHANDA-TANTRA (bandatantra)
Suatu kesatuan Angkatan Darat yang terdiri dari 4 divisi
kuda, satu divisi tentara berjalan kaki.
BHANDU-JIVA (bandujiwa)
Hidup dalam satu kelompok dan saling membantu.
BHUMI_MITRA (bumimitra)
Negara sahabat, Bhumirakshaka - pengawal bumi, berarti
kepqala negara, presiden atau raja.
BIJA-DARSAKA (bijadarsaka)
Sutradara yang memimpin dan menjelaskan alur cerita
dalam drama sekaligus mengatur panggung pertunjukan.
BRAHMANYA(brahmania)
sikap,pengertian dan pemahaman tentang
1.Ajaran-ajaran suci dalam agama
2.Sikap dan tata krama berhadapan dengan para pendita
yang membaktikan diri mereka kepada brahma yang Absolut.
CHITI(citi)
Meliha, muncul, mengetahui kesadaran universal.
DEVI(dewi)
bentuk feminin dari Deva.Pada umumnya istilah Devi hanya
dipakai untuk menyatakan hormat kepada Sakti batara
Siwa, yaitu Maha Devi Uma . (yang bercahaya, cantik
sekal), Devi Gauri (yaitu kekuning-kuningan dan cemerlang),
Devi Parvati (yng ayu dari pegunungan).Dalam wujud nya
yang menakutkan, Maha Devi disebut Devi Durga atau Batara
Kali (yang hitam).
DOSAS(dosas)
Menjadi buruk, berdosa, bersalah.Dalam aliran filsefat
Nyanya adalah obyek Pengetahuan Benar (prameya) yang
dicatat sebagai sebab semua tindakan/perbuatan seperti:
1.Atreksi,adaya tarik termasuk nafsu, serakah , kecanduan,
kerinduan, iri hati, 2.Enggan, marah, cemburu, kepala
batu, 3.Khayalan, pengetahuan palsu, keraguan, keangkuhan,
ketidak pedulian.Ketiga faktor ini menyebabkan jasmani
kita menjadi ajang dagelan dinyamankan oleh hembusan
angin (vayu/bayu),dipanas-panasi oleh kobaran api (pitta)
dan dibuat berdarah dingin oleh kebekuan (kapha).
DUHKA(duka)
Mengandung pengertian antaralain : serba tidak enak,
serba salah.
GUDHA-PURUSHA(gudapurusa)
Agen rahasia, mata-mata musuh.Gudhamarga-jalan pintas
milik perorangan , bukan jalan umum.Gudha-vasati-tempat
persembunyian mata-mata.
GUNAKARMA (gunakarma)
Cara sekunder pelaksanaan persembahyangan kurban.
INDRAPRASTHA (indraprasta)
Ibu kota kerajan pandu yang melahirkan pandawa lima:
Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.Situs ibukota
ini masih mempunyai nama yang sama dan terletak tdak
jauh dari New Delhi , ibu kota Republik India sekarang.
INDRIYARTHA (indriarta)
Suatu obyek indriaseperti bunyi/suara (sabda), sentuh(sparsa),
wujud (rupa), selera ( rasa) dan bau (gandha).
INDRIYAS (indrias)
Indria/indra dibagi dua kelompok: 1.Jenanen drias -
lima indra, pengetahuan abstrak sebagai kekuatan untuk
kesadaran dan pengertian. 2.Kamendrias - lima indra,
kerja abstrak sebagai kekuatan untuk berbuat. Janenrias
memiliki kemampuan untuk dengar (srota), sentuh (tvak),
lihat (caksus), cicip (rasana), cium (ghrana). Karmendrias
memiliki kemampuan untuk menyatakan (vak), menghasilkan
(rupastha), mengeluarkan (payu), menggegam (pani), melangkah
(pada).
IRESA (iresa)
Yang maha perkasa yaitu Wisnu, Varuna (baruna), Brahma,
Iraputra.
|