|
PARINAMA
Glosari Sansekerta
Nyoman S. Pendit
DHARMASASTRA (darmasastra)
Kitab hukum atau kaidah-kaidah hukum dalam agama Hindu. Ini termasuk seluruh kepustakaan hukum Hindu, terutama hukum-hukum Manu dan Yadnyawalkya serta orang-orang suci lainnya yang benar-benar berwewenang perihal hukum dan telah mengumpulkan Smriti yang diterima melalui wahyu ilahi. Karya-karya hukum ini terbagi atas tiga bagian : (1) Acara, peraturan-peraturan tatakrama, (2) Wyawahara, pengadilan dan (3) Prayascita, persudian. Para ahli hukum Hindu disebutkan ada 18 orang: 1. Atri, 2. Wisnu, 3. Harita, 4. Usana, 5. Angira, 6. Yama, 7. Apastamba, 8. Samwarta, 9. Katyayana, 10. Brihaspati, 11. Parasara, 12. Wyasa, 13. Sanka bersama-sama 14. Likita yang sering disebut-sebut jadi satu, 15. Daksa, 16. Gotama, 17. Satatapa dan 18. Wasista.
DIK (dik)
Menunjukkan, memperlihatkan; ruang, dalam aliran filsafat Vaisesika adalah Realitas Abadi ke-7.
DIRGHA-SVARA (dirga-swara) 1017
Juga disebut Dirgha-varna - yaitu profesi seseorang dalam hidup bermasyarakat, termasuk Trivansa: brahmana adalah cendekiawan intelektual (pemimpin upacara spiritual agama), kesatria adalah pembela negara dan bangsa, waisya adalah ekonom pengusaha yang melakukan niaga dan perdagangan serta sudra adalah mereka sebagai pekerja, buruh, pelayan masyarakat membantu lancarnya tugas-tugas mereka yang berpredikat Trivansa tersebut terdahulu.
DIRGHATAPAS (dirgatapas)
Bertapa lama untuk penebusan dosa. Juga sebagai nama lain dari Gautama, pendiri aliran filsafat Nyaya karena ia melakukan tapa lama dalam studinya di masa lalu.
DIVYACAKSHU (diwiacaksu)
Penglihatan suci, penglihatan ilahi (sakti). Mata manusia biasa hanya dapat melihat apa yang kelihatan nyata sehari-hari, sedangkan jiwa, atman, hanya bisa dilihat dengan mata hati lewat wahyu ilahi, seperti halnya penglihatan suci yang diberikan kepada Arjuna oleh Krisna dalam Bhagavadgita, atau kepada Bima oleh Dewaruci dalam Mahabharata. Agama Hindu percaya akan adanya penglihatan suci ini yang bisa dimiliki oleh orang-orang suci dengan jalan meditasi, tapabrata dan pensucian diri.
DVIVEDIN (dwiwedin) 1669
Dia yang memahami dua kitab suci Weda.
GANDHARI (gandari)
Putri mahkota raja Subala dari kerajaan Gandara yang dipersunting oleh Dritarastra, saudara Pandu yang buta. Ia melahirkan 100 anak dikenal dengan nama Kaurawa bersaudara. Yang tertua adalah Duryodana. Pada waktu pertama kali hamil, Gandari mohon doa restu dari Bagawan Wyasa, penyusun kitab-kitab suci Hindu yang diwahyukan Hyang Widhi, karena kehamilannya agak luar biasa selama 2 tahun. Segumpal besar daging tanpa bentuk lahir. Berkat keahlian Bagawan Wyasa, gumpalan-gumpalan ini dimasukkan dalam 100 tabung kendi. Setelah beberapa waktu barulah lahir bayi yang membawa firasat mengerikan. Inilah Duryodana. Dari 100 tabung itu terlahirlah 99 bayi laki-laki dan 1 bayi perempuan yang diberi nama Duhsala. 99 bayi ditambah Duryodana inilah merupakan Kaurawa, 100 orang bersaudara.
GUNA-DHARA (guna-dara)
Seseorang atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat, kualitas baik, terhormat.
GUPTA (gupta)
Sebagai istilah Gupta dapat berarti: dikawal, dilindungi, dilestarikan, dirahasiakan, tertutup, tersembunyi, rahasia, gelap. Gupta-dhana - uang rahasia, anggaran rahasia, pendanaan rahasia; gupta - duta - utusan rahasia, duta rahasia, mata-mata, spion; gupta-griha - kamar rahasia; gupta-tama - mengendalikan, mengekang panca indria.
INDRAGNI (indrageni)
Pasangan Indra-Agni; Indravayu -pasangan Indra-Vayu (Bayu); Indrabrihaspati - pasangan Indra-Brihaspati; Indramaruti -pasangan Indra-Maruti; Indravaruna -pasangan Indra-Varuna (Baruna), yang dipuja dan disembah untuk memohon karunia-rahmatNya sesuai kandungan kemahakuasaan masing-masing pasangan.
IRMA (irma)
Tangan (manusia); kaki depan (binatang).
IRYA (iria)
Meminta sedekah dari pintu ke pintu sebagai tugas keagamaan untuk calon pinandita atau bhikshu (biksu).
KARNA (karna)
Putra Dewi Pritha yang lebih dikenal sebagai Dewi Kunti. Ia lahir karena wahyu Batara Surya kepada Dewi Kunti sebelum menikah dengan Pandu. Karna adalah saudara Pandawa Lima (Yudistira, Bhima, Arjuna, Nakula dan Sadewa) lain ayah. Tetapi semuanya ini tidak diketahui sampai saat menjelang Karna gugur dalam perang besar di medan Kuruksetra melawan Pandawa sendiri, sebab Karna berada di pihak Kaurawa. Kisahnya: Durwasa, seorang suci, memberi Kunti sebuah mantra kalau-kalau ia suatu ketika ingin punya anak dari salah satu Batara yang menjadi idolanya. Diam-diam, ketika masih remaja, Kunti menggunakan mantra itu untuk memanggil Batara Surya. Tidak dinyana, Kunti pun hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki. Sebab malu besar, bayi dibuang di sungai Yamuna. Adhirata, pengemudi kereta Maharaja Dritarastra, memungut bayi itu dan diserahkan kepada Sri Baginda. Bayi ini tumbuh besar, gagah dan tampan. Itulah Karna, yang dalam perang besar Mahabharata menewaskan Gatotkaca, putra Bima, dan pada gilirannya Karna sendiri tewas di tangan Arjuna.
KUMBHAKA (kumbaka)
Kendi, ceret tempat air minum; dalam praktek meditasi mengatur pernapasan (pranayama): menahan, menyimpan napas dalam waktu lama.
LOKA (loka)
Ruang atau daerah yang luas di dunia dengan alam semesta. Pada umumnya dapat diartikan sorga, bumi dan atmosfir atau dunia bawah. Dalam agama Hindu klasifikasi loka ada tujuh yaitu: 1. Bhurloka, bumi, 2. Bhuarloka, ruang antara bumi dan matahari, 3. Swarloka, sorga diatas matahari diantara bintang kutub, 4. Maharloka, ruang di atas bintang kutub dimana mahluk suci terhindar dari kehancuran tiga bumi bawah, 5. Janarloka, tempat keturunan Batara Brahma, 6. Tapaloka, hunian mahluk semi-suci, 7. Satyaloka atau Brahmaloka, hunian mahluk yang bebas dari inkarnasi atau nitis. Dalam arti kiasnya Saptaloka yaitu tujuh ruang berarti bumi, langit, sorga, angkasa tengah, tempat inkarnasi, hunian yang memperoleh rahmat, dan ruang kebenaran. Para penganut aliran filsafat Vedanta dan Sankhya mengakui adanya delapan loka yaitu: 1. Brahmaloka, dunia mahluk suci yang super, 2. Pitriloka, dunia para resi dan leluhur, 3. Sunaloka, bulan dan planet-planet, 4. Indraloka, dunia mahluk suci semi super, 5. Gandarwaloka, dunia roh-roh surgawi, 6. Raksasaloka, dunia para raksasa, 7. Yakshaloka, dunia para yaksha, dan 8. Pisachaloka, dunia mahluk halus.
MANUSANHITA (manusamhita)
Kitab hukum Hindu disebut Hukum Manu. Kitab ini merupakan naskah pertama dan terutama dalam klasifikasi Smriti, memuat kumpulan undang-undang dan peraturan menurut zamannya, disusun jauh sesudah kitab-kitab suci Weda. Diperkirakan disusun sekitar abad ke-5 sebelum Masehi. Terjemahan ke dalam bahasa Inggris telah dilakukan oleh Sir W. Jones dan disunting oleh Haughton yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis dan Jerman.
MARGA (marga)
Jalan. Dalam agama Buddha dimaksudkan 'jalan yang ditunjukkan oleh Sang Buddha untuk menghindari malapetaka dan penderitaan'.
MUKTI (mukti)
Suatu situasi jiwa terbebas dari keduniawian dan berada dalam kebahagiaan Ilahi. Didalam Upanishada dilukiskan seseorang yang memperoleh wahyu akan dituntun menuju eksistensi abadi (sat), kebenaran absolut (cit) dan kebahagiaan Ilahi (ananda): Tuntunlah aku dari tan-nyata ke nyata. Tuntunlah aku dari gelap ke terang. Tuntunlah aku dari dunia mati ke alam tanpa-kematian.
|