edisi 103 November 2008
majalah gumi bali [sarad] prihal pikir, kata dan laku manusia bali
 
Sarad Bali - Edisi 103 Pencuri Berjubah HAKI
Menghakciptakan hasil-hasil karya warisan leluhur Bali yang dilakukan orang asing, kini mencuat ke permukaan. Orang Bali protes, merasa ditelikung oleh prilaku pengusaha luar negeri itu....Lanjut
 
masukkan komentar anda!

Nama :
Alamat Email :
   
Dari Redaksi,

Yayasan Gumi Bali, mulai Januari 2000, menerbitkan majalah bulanan SARAD, berbarengan dengan edisi internet yang bisa di klik di www.saradbali.com Keinginan kami adalah, menyajikan keunikan Bali yang otentik, asli, apa adanya.

Melalui SARAD kami harapkan pembaca mendapatkan pemahaman Bali dengan benar, sehingga kesalahpahaman yang acapkali terperangkap menjadi pelecahan terhadap Bali terhindarkan. Karena itu, majalah ini ditujukan bagi siapa saja yang berniat mamahami Bali lebih dalam dan rinci. Sarad diidamkan menjadi media spirit bagi penulis Bali, karena selama ini Bali terlalu banyak ditulis oleh orang luar, tidak oleh orang Bali. Maka inilah media yang menyajikan teks dan visual tentang Bali, oleh Bali, ditujukan bagi siapa saja yang berniat sunguh-sungguh mengkaji tak hanya fisik, tapi juga roh Bali.

Harapan kami, SARAD yang terbit setiap awal bulan dapat menjadi referensi kita dalam berpikir, berkata dan berbuat saat kini maupun bagi generasi berikutnya. Cita-cita ini akan terwujud jika para semeton, pembaca, pelaku bisnis yang banyak mereguk kemajuan Bali, memberi dukungan yang tulus, tanpa henti.