Edisi No. 109/ Tahun X Mei 2009
majalah gumi bali [sarad]
prihal pikir, kata dan laku manusia bali
 
Jendela/Daftar Isi
Paruman/Sajian Utama
Lipsus
Glosari
Kelir
Kesehatan
Kerabat Kita
Paras-Paros
Peristiwa
Pintu Hati
Sambung Rasa
Sasih
Susila
Tatwa
Urun Rembug
Adat
Inspirasi
Nyama Braya
Pustaka
Seni


   
GLOSARI

Glosari Sansekerta

Nyoman S Pendit



ABHANGURA (abanggura)
Kuat, teguh; polos, rata.

ABHARTRIKA  (abartrika)
Wanita yang tidak kawin, juga janda.

ADHARMIN  (adarmin)
Orang yang ingkar pada susila, munafik, tak-beriman, juga disebut adharmika.

ADHIRATHA  (adirata)
Pengemudi kereta kencana. Dalam Mahabharata ia dilukiskan sebagai ayah angkat Karna. Menurut beberapa sumber ia adalah raja negeri Anga, sedang sumber-sumber lain menyebutkan sebagai pengemudi kereta kencana Maharaja Dritarastra; mungkin kedua-duanya benar.

ADVAR  (aduar)
Tanpa pintu, gerbang tanpa daun pintu.
 
AJAGAVA  (ajagawa)
Busur asli Batara Siwa yang diturunkan dari sorga tatkala Pritha dilahirkan.
 
ANADDHA  (anada)
Tidak betul, tidak pasti, tidak jelas. Dalam Satapatha Brahmana ada disebutkan anaddha-purusha, yang berarti dia bukan sebenarnya manusia, atau seseorang tidak ada gunanya bagi dewata atau bagi manusia atau malaikat.
 
AVAGATHA  (awagata)
Mandi pagi-pagi waktu subuh supaya badan terasa segar.

BHALLA  (bala)
Anak panah yang ujungnya dapat dikendalikan mengenai sasaran dengan tepat.
 
BHASYA  (basia)
Tulisan berupa komentar, penjelasan.
 
BHRITAKA-ADHYAYANA (britakadiayana)
Belajar dari seorang guru yang digaji (dibayar), yaitu tutor, bhritakadhyapana - tutor dan pelajaran yang diberikan oleh seorang tutor disebut bhritakadhyapita.
 
BHUMI-VAJRAMANI  (bumiwajramani)
Batu mulia yang diperoleh dari bumi, permata berlian dsbnya.
 
BRAHMA-DANDA  (brahma-danda)
Senjata pamungkas yang dipergunakan Krishna dalam perang dahsyat Mahabharata.
 
BRAHMANI  (brahmani)
Sakti Brahma, yaitu personifikasi kekuatan spiritual dalam wujud wanita yang disebut Durga, harum dan suci.

DEVARUCI  (dewaruci)
Personifikasi Hyang Widhi Wasa dalam wujud manusia kerdil tatkala Bima menyelam ke dasar samudra yang paling dalam. Devaruci digambarkan sebagai Bima sendiri tetapi dalam bentuk sangat mini. Daripada-Nya Bima memperoleh penglihatan suci, divyachakshu. Dikisahkan bahwa Bima masuk ke  dalam tubuh Devaruci, yang berarti masuk ke dalam dirinya sendiri, mengenal dirinya sendiri. Dengan divyacaksu, Bima dapat melihat segala persoalan hidup atas petunjuk Devaruci. Dengan penglihatan suci ini Bima dapat menyaksikan alam semesta, makrokosmos ini.
 
DRIDHA-DHRITI  (drida-driti)
Memiliki kemauan yang kuat, iman yang teguh, tujuan yang pasti untuk dicapai; dridhanabha - memiliki kekuatan gaib untuk menangkal serangan musuh;
dridhabuddhi - pikiran dan hati nurani yang kuat untuk menghadapi cobaan dan derita; dridhabhakti - berbakti yang tulus, sujud yang khusuk; dridhavikrama - memiliki ketabahan kuat untuk menghadapi rintangan; dridhavrata - teguh dalam sumpah dan taat kepada peraturan spiritual  dalam agama; dridhayu - hidup dengan keyakinan yang kukuh.
 
DRISHTA-DHARMA  (drista-darma)
Dia yang mengetahui dharma, bahwa hidup sekarang di dunia ini adalah sementara. Untuk itu umat harus menyadari tugasnya adalah menghapus drishtadosha untuk mencapai hidup abadi sesudah ini dengan jalan drishtiputa - mensucikan pandangan hidup melalui drishtividya - ilmu pengetahuan yang benar.
 
DUTAPARIKSHA  (dutapariksa)
Juga dutalakshana, dutiprakasa, dutyupahasa adalah buku-buku karya tulis perihal tugas kewajiban,  tatanan kode etik, wewenang, kekebalan pribadi dsbnya seorang ambassador.

DHAKSINACHARA  (daksinacara)
Cara dari kanan untuk sembahyang memuja Sakti seperti aturan yang dilakukan dalam biara dari kiri. Dhaksinacarin - para penganut dhaksinacara yang sembahyang memuja Sakti dari kanan. Lihat juga: Vamachara.
 
DRISHTA-DHARMA (drista-darma)
Dia yang mengetahui dharma, bahwa hidup sekarang di dunia ini adalah sementara. Untuk itu umat harus menyadari tugasnya adalah menghapus drishtadosha untuk mencapai hidup abadi sesudah ini dengan jalan drishtiputa - mensucikan pandangan hidup melalui drishtividya - ilmu pengetahuan yang benar.
 
DVIPA  (dwipa)
Benua kecil atau pulau besar yang memiliki ciri-ciri tersendiri dilihat dari sudut habitat, flora dan faunanya, seperti dalam sastra-sastra Hindu, pulau Sumatera disebut Svarnadvipa, pulau Jawa dinamakan Javadvipa.

EKA-RATRA (eka-ratra)
Pesta peringatan yang berlangsung satu malam penuh atau satu hari satu malam.
 
EKA-YASHTI  (eka-yasti)
Kalung mutiara yang dirangkai pada satu benang.
 
GANGA (gangga)
Nama sebuah bengawan, sungai besar, di India yang dipandang suci, disebut-sebut dalam kitab suci Rigweda. Sungai Ganga adalah anak sungai Himavat dan Mena.Dalam kitab suci Mahabharata, Ganga dipersonifikasikan sebagai Dewi Ganga yang menikah dengan Raja Santanu. Dari perkawinan ini lahir Bhisma, kakek dan gurubesar Pandava dan Kaurava, seperti diceritakan dalam Mahabharata. Ganga-jala - air Sungai Gangga yang dipergunakan sebagai air suci dalam upacara angkat sumpah; Ganga-putra -nama untuk Bhisma; Ganga-saptani - tanggal atau hari ketujuh bukan Vaisakha; Ganga-yatra -
berziarah ke Sungai Gangga, khususnya bagi yang merasa ajal akan segera tiba memilih meninggalkan dunia ini dari tepi Sungai Gangga.
 
GRAHADHIPATI  (grahadipati)
Pimpinan tertinggi raksasa/setan ini mempunyai tugas kesukaan untuk mempengaruhi nasib hidup manusia melalui kekuatan super - naturalnya supaya manusia menderita badan jasmani dan rohani dalam berbagai penyakit, termasuk hilang ingatan, gila, sawan dan sebangsanya. Dia mempergunakan ilmu grasta (ilmu setan) dengan kekuatan grahaka melumpuhkan manusia dan grahana mampu melumpuhkan planet-planet termasuk matahari dan bulan dengan bantuan Rahu (raksasa berkepala naga) yang menutupinya. S
 
 
BPR Kanti