|
SAMBUNG RASA
Wajah Bali di SARAD
Pada edisi 100, SARAD mengangkat tema tentang 100 Tahun Bali Berubah, yang di dalamnya memuat banyak ulasan tentang perkembangan perjalanan Bali selama seratus tahun. Setelah membaca laporan yang begitu padat itu, barulah saya memahami betapa besar perubahan yang terjadi di Bali hingga kini. Seperti dalam bidang kependudukan yang ditulis Prof DR Ketut Sudibya SU, Kepala Pusat Penelitian Kependudukan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Unud. Terjadi laju pertumbuhan penduduk yang begitu pesat di Bali.
Pertumbuhan penduduk yang begitu pesat tentu berpengaruh terhadap daya dukung tanah Bali ini. Cobalah kita lihat wajah Bali, terutama di kawasan perkotaan saat ini yang begitu padat dan berjejal. Kondisi bertambah semrawut manakala jalan-jalan baru dibuka. Begitu ada jalan baru, bangunan di sekitar saling menyusul. Lahan hijau pun berubah jadi lahan beton.
Komang Sudiantara
Jalan Raya Mengwi, Badung
Alam Kita Tambah Merintih
Sesungguhnya Tuhan menciptakan alam semesta untuk mensenyejahterakan semua makhluk ciptaanNya. Maka, keharmonisan antara semua ciptaan Tuhan sepatutnya terjaga. Sayangnya, saya belum melihat hal itu terjadi sekarang ini. Alam dibuat tertatih-tatih oleh perilaku rakus manusia. Pasir laut dicuri, hutan lindung ditebangi, polusi pun semakin menjadi-jadi. Alam ini memang makin dibuat merintih.
Adi Sutrisno
Surabaya
Mangku Pastika – Puspayoga (1)
Sekalipun agak terlambat, saya mengucapkan selamat kepada pasangan Pastika-Puspayoga yang telah memenangkan pilkada Gubernur Bali masa bakti 2008 - 2013. Saya harap pasangan Gubernur Bali ini bisa memimpin Bali ke depan lebih baik. Ingat pula akan janji-janji saat kampanye. Janji harus ditepati, bukan untuk dipungkiri. Jangan buat masyarakat yang telah memilih Anda merasa kecewa. Tujuh program unggulan . Keamanan Bali harus diperhatikan, karena ini modal untuk meningkatkan pariwisata yang menjadi andalan masyarakat Bali. Begitu juga budaya dan tanah Bali harus dijaga dan dipertahankan, ini aset kita bersama, tidak boleh diganggu gugat. Mari kita dukung bersama program beliau, demi menjadikan Bali yang Mandara.
Di samping itu akhir-akhir ini kembali marak kejahatan/kriminalitas. Saya juga berharap janji Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk mewujudkan Bali Mandara bisa terealisasikan.
Ingat Bali Mandara adalah sebuah janji yang harus direalisasikan, bukan hanya sebuah konsep yang manis diawal, setelah memperoleh yang diinginkan terus terlupakan saja.
Wayan Wirati
Jimbaran, Badung
Mangku Pastika – Puspayoga (2)
Selamat dan salut kepada masyarakat Bali yang telah melaksanakan pilkada dengan aman dan damai. Inilah kemenangan terbesar kita, yaitu terciptanya suasana aman dan damai pada saat ataupun setelah pemilihan. Karena, banyak masyarakat yang ketakutan akan terjadi masalah setelah pemilihan, seperti yang terjadi di daerah lain. Mudah-mudahan suasana damai seperti ini tetap berkelanjutan di bawah pemimpin yang baru. Kepada kandidat yang tidak terpilih agar benar-benar iklas dan menerima hasil ini. Dan, mari kita bersama-sama saling mendukung demi kesejahteraan rakyat Bali, kemenangan ini adalah kemenangan kita semua.
Saya berharap Bapak Mangku dan Bapak Puspayoga juga dapat meringankan biaya pendidikan di Bali. Karena biaya pendidikan sangat mahal, ini sangat terasa setiap pergantian tahun ajaran baru, seperti sekarang. Apalagi sekarang di Bali sekolah-sekolah baru menjamur, banyak sekali pilihan sekolah tapi tidak ada sekolah yang murah.
Ngurah Aryawan
Sanglah, Denpasar
Selamat Berhari Raya
OM Swastyastu
Selamat hari raya Galungan dan Kuningan saya sampaikan pada seluruh warga Hindu di Bali dan di manapun berada. Semoga di hari yang penuh berkah ini, ajaran dharma senantiasa melandasi setiap langkah kita. Dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa melimpahkan anugerahNya bagi kita semua. Semoga. Om Santih, Santih, Santih OM.
Ngurah Taruna Wijaya
runa@yahoo.com
Jangan Berhenti di Wacana
Saya pikir eksekusi Amrozy cs yang telah memborbadir Sari Club an Paddy’s Club serta telah merenggut ratusan nyawa manusia tak berdosa, hanya sekadar wacana publik saja. Sudah 6 tahun berlalu, tapi belum ada hasil yang memuaskan. Alias eksekusinya selalu ditunda-tunda, dengan berbagai alasan. Malah terpidana mati lain lebih dulu dieksekusi. Ada apa ini, koq terus diulur-ulur? Mohon pihak terkait yang berwenang memutuskan soal eksekusi ini, bisa tegas dalam mengambil keputusan. Jangan semua alasan bisa diterima begitu saja sehingga keputusan jadi mengambang.
Saya memang bukan orang yang ahli hukum, bahkan boleh dibilang agak awam dengan berbagai keputusan pengadilan. Tapi secara akal sehat saya berpikir, jika hal tersebut terus berlangsung, maka bukan tidak mungkin ada banyak orang yang dibuat kecewa oleh keadilan yang diberlakukan di negeri ini.
Ekowiratma N
Kuta, Badung
Selamatkan Bali
Salah satu hal yang harus diselamatkan adalah masalah kekeringan. Bali sangat terkenal di mancanegara, malu kalau sampai terdengar Bali mengalami kekeringan. Padahal curah hujan di Bali cukup tinggi dibandingkan daerah lain, namun sangat ironis beberapa daerah di Bali sangat sulit mencari air. Apa yang sebenarnya terjadi?
Windu Nadi
Sidemen, Karangasem
Isu Global Warming Kurang Mempan
Global warming atau lebih lumrah disebut pemanasan global sudah lama kita dengar. Tetapi lihat kenyataannya, kita masih sangat cuek akan isu itu. Tidak ada tindakan nyata dalam upaya menekan atau meminimalisir terjadinya pemanasan global. Pembangunan pabrik, penggunaan zat-zat emisi yang mmicu terjadinya rumah kaca masih saja berlangsung. Berharap agar masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan kembali memakai sepeda pancal, sesuatu yang amat sulit dilakukan. Makanya saya melihat isu pemanasan global ibarat hangat-hangat tai ayam.
Padahal, sesungguhnya ancaman itu mulai bergerak. Untuk itu, mari kita bersama-sama sejak dini, menjaga bumi ini. Karena bumi ini adalah rumah kita. Jika rumah ini rusak, kita sendiri yang rugi. Termasuk anak-cucu, kemana mereka akan berpijak jika nanti rumah mereka sudah tidak bisa melindungi mereka lagi. Tugas menjaga dan merawat bumi sangat berat, namun kita bisa ikut menjaga lingkungan dengan cara yang paling sederhana. Mulailah mengembangkan perilaku bersahabat pada alam, misalkan dengan membiasakan diri dan keluarga untuk merawat lingkungan terdekat kita. Bila semua orang melakukan hal ini, niscaya bumi akan tersenyum kembali.
Putu Erawan
Kampung Tinggi, Gianyar
Lupa Swadharma
Untuk kesekian kalinya dunia akademik Bali digonjang-ganjing oleh perebutran kekuasaan tertinggi jabatan rektor. Peristiwa yang sama pernah terjadi di lingkungan kampus Unhi (Universitas Hindu Indonesia) Denpasar, beberapa tahun yang lalu. Beruntung kampus Unhi kini terlihat adem ayem. Beda dengan kampus seni Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang terkena giliran bergolak, yaitu perseteruan antara rektor terpilih Nyoman Catra dengan Wayan Rai (rektor lama).
Kasus ini dalam beberapa hal memiliki kesamaan dengan kasus di Unhi beberapa tahun yang lalu, yaitu dikangkanginya otonomi kampus yang dalam hal ini kekuasaan senat untuk memilih rektor. Kedua, karena dikangkangi itulah mahasiswa ISI — sebagaimana juga mahasiswa Unhi - bergerak. Hanya saja bedanya, pihak yang mengangkangi Unhi itu Yayasan sementara pihak yang yang mengangkangi ISI, lembaga yang lebih kuat yaitu Negara lewat Menteri Pendidikan Nasional.
Menyedihkan, Bali yang terkenal dengan seni dan spiritualitas justru dicemari oleh lembaga yang mewakili semangat itu. Semua pihak ‘berperang’ memamerkan senjata pamungkas masing-masing berupa surat-surat legal. Lalu, para pihak yang bertikai itu pun lupa bahwa swadharma seorang akademisi adalah mengabdi kepada masyarakat. Minimal dengan cara menulis.
Kalimat ini akan menjadi rancu bila sedikit saja diplesetkan akan menjadi proyek. Maksudnya para akademisi itu menggunakan kampus sebagai alat untuk mencari duit. Ini bukan rahasia lagi, banyak penelitian-penelitian hibah jadi ganjal saja. Belum bisa dipublikasikan ke media massa karena tidak memenuhi standar redaksional.
Karena itu, para profesor sebaiknya kembali kepada masyarakat untuk meyumbangkan pikiran pada bidang yang dikuasai. Menjalankan swadharma, bukan malah adu kuat dengan pada bidang yang tidak ditekuninya, yaitu birokrasi dan hukum.
Ketut Nadi
Tohpati, Denpasar
Perbincangan Prihal Kesehatan
Di sekitar kita sesungguhnya ada ribuan tumbuhan yang mengandung khasiat obat. Sangat ampuh dijadikan penyembuh berbagai penyakit yang diderita manusia.Tanaman jenis ini di Bali lebih dikenal dengan nama Taru Pramana.
Cara penyembuhan penyakit secara alami Selain murah dan mudah mendapatkan, juga tak ada efek samping.
Sayang, kebiasaan orang-orang yang selalu ingin serba cepat dan suka yang instan, menjadikan tanaman berkhasiat obat sering terlupakan. Diabaikan. Ada memang orang yang tahu tentang fungsi medis satu tanaman, tapi dengan alasan malas meramu dan ingin yang praktis, ujung-ujungnya pilihan jatuh pada obat-obatan buatan pabrik yang mengandung zat kimia.
Bertalian fungsi tanaman yang bemiliki khasiat obat ini, mulai edisi 102/Oktober 2008, SARAD membuka rubrik Kesehatan, yakni cara menyembuhkan beraneka penyakit menggunakan ramuan bersaranakan tumbuh-tumbuhan.
Bagi Anda yang memiliki masalah dengan kesehatan, sedang menderita penyakit tertentu, silakan berkirim surat ke alamat Redaksi SARAD, di Jalan Moh. Yamin VIII/33-sarad, Denpasar. Telp (0361) 263100, fax : (0361) 263200.
Redaksi akan menyerahkan kepada ahli yang sudah berpengalaman di bidang pengobatan, terutama yang bersaranakan tumbuh-tumbuhan ini.
|