| RERACIKAN 101 [SAJIAN SARAD]
Paruman……Lanjut
Di mana gerangan bahagia dicari? Ia tentu tak bisa dicari di buku-buku suci, pun pada guru-guru rohani yang mumpuni, tidak juga pada rapalan-rapalan mantra yang panjang para sulinggih. Bahagia juga tak usah dicari di rumah-rumah pelacuran, di kedai-kedai penjual minuman keras, atau di arena-arena judi nan riuh. Lagi pula bahagia tak mungkin ada di pasar-pasar swalayan yang boros listrik, bahagia tak bersemayam di tempat suci nan megah, apalagi di hutan-hutan sunyi nan lebat. Lantas di mana bahagia mesti dicari?
Lipsus……………Lanjut
Curah hujan di Bali sesungguhnya cukup tinggi bila dibandingkan dengan propinsi tetangganya setingkat Nusa Tenggara Timur. Toh, krisis air kini terus menghantui Bali. Warga di beberapa daerah seperti di Kubu dan Seraya, mesti menjerit pilu untuk mendapatkan air bersih. Demikian halnya dengan warga subak yang harus begadang agar lahan humanya mendapat bagian air. Ironis memang. Kenapa krisis air melanda pulau alit ini?
Kekariban………………Lanjut
Generasi muda Hindu luar daerah yang berdiam di Bali cenderung diselimuti perasaan dilematis. Tetap mempertahankan budaya di tanah asing atau terhanyut dengan budaya Bali. Jika mempertahankan identitas budaya asal dikira tidak mau membaur. Lalu mereka pun bikin organisasi Hindu rantau di Bali.
Tamu Kita……………… Lanjut
Sekalipun sempat beberapa kali menduduki jabatan penting di Pemerintahan Bali, Anak Agung Ngurah Made Arwata tak lantas gelap mata. Dia tetap memegang teguh falsafah bahwa seseorang menjabat sepatutnya selalu bertanya dalam diri, apa dan sejauh mana ruang lingkup tugas yang mesti dilakukan sesuai jabatan yang diberikan?
|