|
GLOSARY

Nyoman S Pendit
AMANUSHA (amanusa)
Juga ditulis amanushya, berarti 'bukan manusia' atau 'mahluk manapun tetapi bukan manusia' seperti tercantum dalam Rigveda. Yang dimaksud disini adalam mahluk superman, mahluk ilahi, mahluk selestial. Dalam kaitan istilah amanusha-loka adalah dunia yang tidak dihuni oleh manusia, jadi dunia selestial, di luar tata surya kita.
ANADDHA (anada)
Tidak betul, tidak pasti, tidak jelas. Dalam Satapatha Brahmana ada disebutkan anaddha-purusha, yang berarti dia bukan sebenarnya manusia, atau seseorang tidak ada gunanya bagi dewata atau bagi manusia atau malaikat.
ARJAVA (arjawa)
Nama seorang guru spiritual yang mengajarkan tatasusila supaya hibup jujur, tulus ikhlas, berkepribadian, dijadikan panutan oleh masyarakat.
BHARATI (barati)
Nama lain dari Saraswati.
BHASYA (basia)
Tulisan berupa komentar, penjelasan.
BHUMIPAKSHA (bumipaksa)
Kuda tunggangan yang kuat, tangkas dan sangat cepat, cocok untuk balapan kuda.
BIJOPTI (bijopti)
Menyebarkan benih waktu menanam; bijopti-vidhi - aturan dan cara menanam benih serta memilih hari baik (dewasa ayu, Bali) sesuai diagram astrologi, ilmu perbintangan.
BIMBISARA (bimbisara)
Nama seorang pemimpin yang perkasa dan bijaksana, yaitu raja negeri. Magadha yang sebaya dengan Gautama Buddha dan menjadi pendukung penuh dan penganut ajaran-ajarannya.
BRAHMAVARTTA (brahmawarta)
Suatu wilayah yang digambarkan"antara dua sungai yang disucikan, yaitu Saraswati dan Drisadwati, dimana terletak hamparan bumi, oleh para resi disebut Brahmawarta" seperti disebutkan dalam Manusamhita ii.17. Secara simbolik, Brahmawarta ini diartikan wilayah dimana Batara Brahma bermukim.
DHANA (dana)
Lomba, kontes, pertandingan. Dhanakama –serakah untuk mengumpulkan kekayaan,irihati karenanya berlomba meraup kekayaan sebanyak-banyknya; dhanapala – yang bertanggungjawab perihal keuangan,bendaharawan; dhanamula - modal,investasi; dhanasvamin - pemilik uang, kapitalis; dhanadhipati-penguasa keuangan, rajanya uang; dhanadhyaksha - pengawas keuangan.
DIVYAPRABANDHA (diwiaprabanda)
Kitab suci sekte Vaisnava dalam agama Hindu, yang memuliakan Wisnu sebagai personifikasi Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa.
DUSH (dus)
Juga ditulis Dus, awal suku kata yang berarti jelek, sukar, jahat, buruk dsb. Contoh: dushchaya (duscaya) - wajah jelek; dushkara - sulit dilaksanakan; dushta – bohong, licik, korup; dushaka - nakal, memalukan, menggoda, memperkosa; dushana - berlawanan, merusak, melanggar, menipu; dushkala - waktu yang sial, mencelakakan serta merusak barang-barang akibat gempa bumi, bencana alam atau kerusuhan; dushkirti - tidak terhormat, buruk reputasi dan dicemoohkan masyarakat; juga berarti suatu negeri yang masyarakatnya tidak beradab; dushkrama - tidak teratur, tidak menurut sistem dan metode, berantakan, sangat merugikan.
GUHA (guha)
Raja negeri Nishada, sahabat Rama seperti dikisahkan dalam Ramayana. Istilah guha juga berarti goa yang besar dan dalam, tempat barisan belakang yang dirahasiakan; guhasaya - hidup dalam persembunyian, dalam goa; guhavasin - hidup dalam goa sebagai seorang pertapa, muni; Guhyaka – mahluk demi-dewa sebangsa yaksha, pengawal Kubera, dewa kekayaan, harta.
GUNA-GANA (guna-gana)
Memiliki berbagai sifat yang baik. Guna-grama - suatu bidang akbar penuh sifat-sifat arif dan bijaksana; Guna-rajaprabhasa - titel kehormatan bagi Sang Buddha oleh penganut agama Buddha, bagi penganut mazab tertentu dalam agama Hindu adalah Siwa; guna-ratna - mutiara yang berkualitas tinggi.
ISVARAPRANIDHANA (iswarapranidana)
Meditasi dan pasrah kepada Tuhan Yang Mahasempurna.
ITARA-JANA (itara-jana)
Orang awam, tidak berpendidikan dan tidak punya kedudukan atau pangkat, orang biasa dalam masyarakat. Itara-jatiya - tempat yang biasa dan sederhana; itaranga (itarangga) - menghina, melecehkan orang lain didasarkan watak sombong, angkuh, merasa lebih ini-itu dalam segalanya.
MANUSMRITI (manusemriti)
Istilah terdiri dari dua kata: manu + smriti yang berarti Hukum Manu. Hukum yang diturunkan, diingat-ingat dan ditaati tentang tatakrama hidup menurut Manu. Juga disebut Manusamhita sebagai hukum, undang-undang dan peraturan yang diingat dan diturunkan kepada generasi berikut dari zaman dahulukala.
PITRILOKA (pitriloka)
Dunia tempat para roh suci atau roh kudus bersemayam.
PUNARBHAVA (punarbawa)
Sradha ke-empat dari Panca-sradha, lima rukun kepercayaan agama Hindu yang patut dijalankan umatnya. Kelima rukun kepercayaan tersebut adalah: (1) percaya akan adanya Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Kuasa, (2) percaya akan adanya roh leluhur, (3) percaya akan adanya hukum karmaphala, (4) percaya akan adanya Punarbhawa dan (5) percaya akan adanya moksha. Punarbhawa berarti percaya akan adanya inkarnasi, yaitu nitis atau numitis atau lahir kembali, menjelma kembali. Umat Hindu percaya akan adanya kelahiran berulang kali ke dunia mayapada ini sampai suatu ketika lahir kembali itu tidak terjadi lagi, yang berarti punarbhawa itu berakhir dengan moksha, yaitu menyatu atau manunggal dengan Hyang Widhi Wasa. Lahirnya seseorang kembali ke dunia ini tergantung pada amal bhakti selama hidupnya. Bila amal bhakti ini baik, maka kelahiran kembali akan lebih baik kondisinya dari pada kelahiran kini. Begitu seterusnya hingga mencapai kesempurnaan, yaitu moksha. Bila amal bhaktinya buruk, makakelahiran kelak akan lebih buruk keadaannya dari pada sekarang. Baik buruknya amal bhakti seseorang ditentukan olehnya sendiri.Kelahiran kembali lebih baik dari manusia adalah malaikat atau dewata, dan kelahiran kembali lebih buruk dari manusia adalah binatang.
|